UPACARA PERSEMAYAMAN & PELEPASAN ALMARHUM DJOHN KANDOW, SH

 

Manado, Bawaslu Provinsi Sulut
Jajaran pengawas pemilu di Sulawesi Utara dirundung duka. Salah seorang Anggota Panitia Pengawas Pemilu di Minahasa Tenggara John Kandouw, SH meninggal dunia pada Selasa malam 7 November 2017, setelah sekitar 2 Minggu mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Prof. Kandou Manado.
Almarhum John Kandouw sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, telah bertugas selama lebih dari 2 bulan sebagai salah satu Anggota Pimpinan Panitia Pengawas Pemilu. Almarhum sempat mengikuti beberapa kegiatan yang diadakan oleh Bawaslu Provinsi Sulut dan terakhir mengikuti Bimtek Bawaslu RI di Jakarta.

Beberapa hari sekembalinya dari Jakarta, almarhum jatuh sakit dan tidak sempat ikut mengawasi jalannya tahapan tes perekrutan Panwascam Kabupaten Mitra. Namun, Ketua Panwas Mitra Jobie Longkutoy dan Anggota Pimpinan Dolly Van Gobel senantiasa mengkoordinasikan tahapan tes panwascam hingga hasil pleno dengan almarhum.
Dalam pergaulan dengan sesama anggota Panwaslu, almarhum juga cukup dikenal supel dan penuh keakraban. Hal tersebut diakui oleh Ketua Panwaslu Minahasa, Donny Rumagit. “Almarhum Jhon orangnya baik dan mudah akrab dengan orang lain. Saya mengenal dia sudah lama dan dari dia saya banyak belajar tentang dunia jurnalistik. Kebetulan sempat pula bersama-sama dalam pengawasan pemilu meski di organisasi berbeda. Akhirnya bersama-sama juga mendaftarkan diri sebagai Panwaslu dan kebetulan sama-sama juga lolos” ujar Donny.
Dari Rumah Sakit jenazah almarhum di bawa ke rumah duka keluarga di perumahan Krida Malalayang dan disemayamkan semalam. Rabu siang tadi (8/11/2017), jenazah Almarhum John Kandouw yang diiringi keluarga besar yang berduka dibawa ke kantor Bawaslu Provinsi Sulut untuk disemayamkan selama 1 jam lebih di kantor Bawaslu Provinsi Sulut, Winangun, Manado, mengikuti Upacara Persemayaman dan pelepasan.
Upacara nampak berlangsung hikmat. Para sahabat almarhum sesama panwas dari berbagai Kabupaten dan Kota se-Sulut ikut menyambut datangnya jenazah alamarhum dengan ikut memanggul peti jenazah dan prosesi peletakan pataka Bawaslu di atas peti jenazah.
Ketua Bawaslu Provinsi Sulut, Herwyn Malonda, mengungkapkan bahwa sosok almarhum yang murah senyum dan bersahabat adalah kenangan yang berkesan. “Selama hidupnya kami mengenal almarhum adalah orang yang murah senyum, penurut dan bersahabat. Tentunya hal tersebut yang menjadi kenangan dan kesan yang indah selama almarhum hidup.” ungkap Malonda diawal sambutannya.

Selanjutnya disampaikan sebagai umat beriman yang percaya meyakini bahwa dimuliakannya almarhum karena Tuhan sangat mengasihinya dan menjadi akhir pertandingan iman almarhum John. “Mungkin ini akhir dari pertandingan iman Almarhum Bapak John Kandou, SH. Kita yang masih diberikan kesempatan untuk bertanding, satu waktu pun akan mengakhiri pertandingan hidup ini. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, sudahkah kita melakukan yang terbaik? Kapan pun dan di mana pun kita berada, ketika sudah tiba saatnya, siapkah kita? Kita harus siap.” ujarnya, seraya menambahkan: “Karena itu, mari kita imani bersama bahwa, Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan bagi umatnya. JanjiNya, bahwa Tuhan pasti memegang dan menopang hidup keluarga yang berduka dan kita semua”.
Di bagian akhir Malonda mengutip ayat Akitab dari Roma, I Petrus dan Ayub. “Dalam Firmannya: Roma 14 : 7 – 9; “sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tdak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup”.
I Petrus 5 : 7; “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”.
Ayub 42 : 2; “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencanamu yang gagal”.
Akhirnya, dengan iman saya mengucapkan: Selamat jalan, Saudara Almarhum Bapak Djohn Kandou, SH. Tuhan Yesus Kristus kiranya menganugerahkan tempat yang terbaik buatmu, yaitu disisi-Nya sesuai dengan janji Firmannya.” ujar Malonda mengakhiri sambutan.
Anggota Pimpinan Bawaslu Sulut, Kenly Poluan kemudian meletakkan karangan bunga duka di atas peti jenazah dan dilanjutkan lagu pujian oleh keluarga besar Bawaslu Provinsi Sulut.
Menjelang akhir upacara, Drs. Selphius Kandow, MAP yang adalah kakak almarhum, mewakili keluarga yang berduka menyampaikan sambutan ucapan terima kasih.
Dihantar oleh keluarga besar Bawaslu, jenazah Almarhum Djohn Kandow, SH, kemudian kembali diusung ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah duka di desa Molompar, Tombatu Timur, Mitra dan akan dimakamkan esok, Kamis 9 November 2017.
.

Launching Pojok Pengawasan Partisipatif Bawaslu Sulut

Bawaslu Provinsi Sulut, Manado
Secara formal, Bawaslu adalah lembaga yang ditunjuk untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu. Namun, masyarakat adalah pemilik sah pengawasan itu sendiri. Bawaslu Republik Indonesia tentu menyadari hal tersebut dan kemudian mendesain sebuah program yang ingin melibatkan rakyat secara aktif dalam proses pengawasan menyambut Pilkada serentak tahun 2017 dan Pemilu serentak tahun 2019.
Pusat Pengawasan Partisipatif adalah salah satu program berskala besar oleh Bawaslu di tahun 2017 yang ditujukan kepada stakeholders dan segenap lapisan masyarakat untuk menyambut Pilkada Serentak tahun 2018 dan Pileg serta Pilpres tahun 2019. Salah satu bentuk yang Bawaslu lakukan untuk mensosialisasikan pusat pengawasan partisipatif, diantaranya adalah dengan membuat Pojok Pengawasan.
Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Ratna Dewi Pettalolo bersama Ketua dan Anggota Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara secara resmi akan membuka Pojok Pengawasan yang bertempat di salah satu sudut kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (27/10/2017).
Dalam laporannya, Anggota Bawaslu Sulut Kenly Poluan, menginformasikan bahwa launcing Pusat Pengawasan Partisipatif merupakan program Bawaslu untuk menciptakan pemilu yang demokratis dengan melibatkan masyarakat dan stakeholders. Disebutkan pula jika pojok pengawasan partisipatif merupakan sarana paling cepat untuk masyarakat terlibat langsung dalam pengawasan Pemilihan Umum di Sulawesi Utara. “Bawaslu Sulut menyiapkan bahan bacaan cetak maupun elektronik terkait pengawasan kepemiluan untuk masyarakat. Di sini masyarakat bisa menyampaikan hasil pengawasan independennya untuk bisa ditindaklanjuti,” tutur Poluan.

Sementara, Herwyn Malonda sebagai Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, mengatakan, pojok pengawasan ini untuk menjaga serta memfasilitasi apa yang dibutuhkan terkait tugas-tugas pengawasan pemilu. “kita tahu bersama Pemilu 2019 adalah pemilihan lima kotak yang cukup berat. Tetapi kita optimis, dengan bantuan semua pihak dan komponen masyarakat Sulut dan jajaran Bawaslu, semua tugas bisa dilaksanakan dengan baik,” paparnya. Malonda juga menjelaskan tentang isi dari pojok pengawasan. “ Pojok pengawasan ini menyediakan informasi-informasi berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilihan dan kinerja yang telah dilakukan Bawaslu Sulut. Ada pula hasil dokumentasi dalam bentuk narasi atau tulisan dan bentuk audio visual pengawasan yang telah dilakukan Bawaslu Sulut. Informasi berkaitan dengan tugas, wewenang dan kewajiban Bawaslu dan jajarannya dalam melaksanakan tugas pengawasan juga disediakan disini”. jelasnya sembari menambahkan jalannya Pilkada di enam daerah 2018 diharapkan kondusif dan berjalan sukses. Malonda pun optimis dengan adanya Pusat Pengawasan Partisipatif di Bawaslu Sulawesi Utara pengawasan pemilu di Sulut akan semakin efektif dan berjalan baik.”Pojok Pengawasan akan mendorong keterlibatan masyarakat untuk mengawasi dan memantau pemilu,” ujar Malonda. Herwyn Malonda, mengajak kepada seluruh masyarakat memanfaatkan pojok pengawasan partisipatif, baik sebagai sarana pengetahuan maupun sarana untuk membantu Bawaslu dalam hal pengawasan di lapangan. “Kita harus menyadari, personil Bawaslu hingga ke tingkatan paling bawah yakni Pengawas Pemilu Lapangan itu terbatas. Makanya, keterlibatan langsung dari masyarakat akan sangat diperlukan dalam membantu proses pemilu berlangsung demokratis,” kata Malonda.

Ratna Dewi Pettalolo dalam sambutannya mengatakan, Bawaslu telah melakukan berbagai perubahan dengan tujuan untuk menjadikan rakyat sebagai bagian penting yang menyelamatkan Pemilu. “Tugas Bawaslu bukan hanya pengawasan, tetapi juga pencegahan. Salah satunya adalah melibatkan partisipasi masyarakat,” kata Anggota Bawaslu RI. Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan sudah dilakukan oleh Bawaslu. Diawali dengan membuat tagline “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”, kemudian diimplementasikan dalam berbagai program serta mengembangkan pusat parsitipatif.
Selain itu, Ratna Dewi menjelaskan bahwa Pusat Pengawasan Partisifatif ini mendesain beberapa metode pengawasan partisipatif sebagai salah satu bentuk yang dilakukan untuk memberi ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mencari informasi. Sehingga yantg disajikan oleh Bawaslu tidak hanya yang bersifat naratif namun ada juga audio visual, karena menindaklanjuti perintah Undang-Undang nomor 7 Tahun 2017. “AmanahUndang-Undang ini tentu harus kami tindaklanjuti dalam berbagai program. Salah satunya yang diluncurkan pada hari ini, Pojok Pengawasan, Disini jelas kita perlu masyarakat terlibat langsung untuk menciptakan Pemilu yang benar-benar baik,” terangnya.
Ratna Dewi berharap, dengan berbagai bentuk desain itu akan memudahkan dan membuat,masyarakat tertarik untuk mempelajari apa itu Pemilu, apa itu pengawasan pemilu, dan bagaimana caranya masyarakat untuk melapor jika dalam pengawasan partisipatif ada ditemukan indikasi pelanggaran. Peran media juga diharapkan agar masyarakat bisa berpartisipasi. Demikian pula saran dan kritik dari semua pihak. “Di dalam penanganan pelanggaran, bukan hanya Bawaslu yang terlibat di dalamnya, ada kepolisian dan ada kejaksaan, itu di ujungnya ada pengadilan. Kami pun berharap media juga menjadi bagian dari sasaran kami itu bisa berpartisifasi aktif untuk mensosialisasikan pojok pengawasan ini, Saran, kritik dan masukan dari semua pihak diperlukan untuk perbaikan program pusat pengawasan partisipatif kedepannya” ujarnya mengakhiri sambutan.

Peresmian Pojok Pengawasan kemudian ditandai dengan membunyikan ‘tetengkoren’ oleh Ibu Ratna Dewi Pettalolo bersama Ketua dan Anggota Pimpinan Bawaslu Sulut.
Kegiatan ini dirangkaikan juga dengan penyerahan buku pemilu oleh Bawaslu RI kepada Bawaslu Sulut.
Sebelum sesi tanya jawab dimulai, Tim Ahli Bawaslu RI, Abdullah Iskandar menjelaskan secara singkat tentang pojok pengawasan. “sebagai media edukasi dan diskusi yang disediakan Bawaslu kepada masyarakat, pojok pengawasan adalah salah satu dari bagian pusat pengawasan partisipatif. Karena tempatnya di pojok sehingga namanya pojok pengawasan, tujuan dari Pojok Pengawasan sebagai tempat dimana masyarakat bisa mendapatkan informasi-informasi berkaitan dengan pengawasan Kepemiluan. Disana nantinya akan ditempatkan informasi terkait sejarah dan perkembangan Bawaslu sejak awal terbentuknya pengawas Pemilu. Selain itu informasi yang berkaitan dengan tata cara pengawasan partisipatif, serta materi terkait dengan tahapan pengawasan Pilkada dan Pemilu juga di sediakan di Pojok pengawasan ini. Terkait dengan penanganan pelanggaran terdapat jurnal-jurnal kepemiluan terkait dengan teknis penyampaian laporan pidana Pemilu, penyelesaian sengketa dan kajian-kajian kepemiluan yang putusannya telah bersifat inkra. Di Pojok ini juga disediakan regulasi-regulasi kepemiluan yang dapat diakses.” jelasnya, kemudian sesi tanya jawab pun berlangsung.
Hadir dalam acara launching ini perwakilan Pemerintah, perwakilan DPRD Sulut, Forkopimda, tokoh masyarakat dan para Pengawas Pemilu se Kabupaten dan Kota di Sulawesi Utara.

Sosialisasi Tatap Muka Bawaslu RI di Minahasa

Bawaslu Provinsi Sulut, Tondano, Minahasa
Pilkada 2018 akan berlangsung serentak di banyak propinsi se-Indonesia. Termasuk Pilkada di 6 Kabupaten/Kota se-Sulut. Terkait hal tersebut maka Bawaslu RI pada Kamis (26/10/2017) mengadakan sosialisasi tatap muka di Balai Pertemuan Wulan, SMKN 1 Tondano, Minahasa.
Ratna Dewi Pettalolo, Anggota Bawaslu RI yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dipilihnya Kabupaten Minahasa sebagai tempat sosialisasi karena Minahasa adalah salah satu daerah yang akan menggelar Pilkada di 32 Provinsi. “Dipilihnya Kabupaten Minahasa sebagai tempat sosialisasi dikarenakan Minahasa merupakan salah satu daerah yang akan menggelar Pilkada tahun 2018 nanti. Kebetulan di Kabupaten Minahasa akan melakukan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 secara langsung, dan ini telah menjadi hal biasa bagi rakyat Minahasa.” ungkapnya saat memberi materi. Selain itu ditambahkan tentang UU nomor 8 tahun 2015 perubahan UU nomor 1 tahun 2015 perubahan UU nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 1 tahun 2015 yang menegaskan tugas Bawaslu yakni mendiskualifikasi atau membatalkan calon yang melakukan politik uang dan parpol yang terbukti menerima imbalan dari calon meski telah terpilih, dan menerima sumbangan dana dari pihak asing atau BUMD yang melebihi dari batasan yang ditentukan,” ujarnya.
Dikatakan pula bahwa Bawaslu telah merancang sebuah program pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam mengawal Pemilu. “Masyarakat sebagai subjek atau pemilik hak konstitusional dituntut terlibat secara aktif dalam Pemilu. Termasuk juga dalam hal pengawasan. Karena itu butuh kerjasama yang baik dengan masyarakat guna melahirkan Pilkada maupun Pemilu yang berkualitas dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan tentang upaya menjaga kualitas Pilkada dan Pemilu. Terkait dengan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 nanti, adalah merupakan hal yang tidak mudah, karena kegiatan ini akan dilaksanakan secara bersama, dua pemilihan tersebut sangat berbeda pada 2014 lalu, kali ini Pemilu Legislatif dan Presiden akan dilaksanakan bersamaan,” jelasnya
Ratna Dewi juga mengatakan bahwa tidak mudah menghadapi pergantian pemimpin, namun Bawaslu sudah menyediakan program pengawasan parsitipatif yang mengorganisasi dan menginventarisasi data yang ditemukan oleh masyarakat untuk mewujudkan Pemilu yang demokratis. “Program pengawasan parsipatif bukan sebagai objek tetapi secara subjek, dan Bawaslu mengajak masyarakat ikut serta dalam mengawasi. Subjek artinya pemilik hak konstitusional dan Panwas saat ini bukan hanya dapat mengawasi Pemilu tetapi bisa menindak dan melaporkan,” jelas Ratna Dewi seraya menambahkan: “Pemimpin yang berkualitas dapat membawa ke gerbang masyarakat yang adil dan makmur sesuai amanat UUD 1945, untuk itu kami akan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat termasuk bagi pemilih pemula,” ujarnya.
Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda, sebagai pemateri berikutnya angat mengharapkan peran masyarakat dalam pengawasan Pilkada tahun 2018 di Kabupaten Minahasa serta Pemilu Legislatif dan Presiden pada 2019. “Saya berharap kita semua dapat bersama-sama menjalankan tugas untuk mengawasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa 2018 dan Pileg dan Pilpres pada tahun 2019. Kami dari Bawaslu Sulut pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas pokok kami sesuai yang diamanatkan oleh undang-undang” jelasnya.
Sementara Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya agar Pilkada Minahasa berjalan aman dan damai. “Demi tegaknya Pilkada Minahasa yang berkualitas maka masyarakat, para calon, tim sukses, parpol, harus mengikuti aturan yang berlaku. Hal lain adalah hendaknya kita semua berhati-hati dalam menggunakan teknologi, sebab aturannya sangat jelas dan pelaku bisa diancam 6 tahun penjara artinya pelaku akan langsung ditahan.
Dalam sosialisasi tersebut, hadir juga Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda serta anggota, Kenly Poluan, Tenaga Ahli Bawaslu RI, Abdulah, Ketua Panwaslu Minahasa Donny Rumagit, Anggota Paanwaslu Minahasa Erwin Sumampouw dan Rendy Umboh, perwakilan pemerintah, beberapa pimpinan parpol, para pemilih pemula, pers serta tamu-tamu undangan lainya.

Kepala Sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota Se-Sulut Dilantik

Bawaslu Provinsi Sulut, Manado,
Kepala Sekretariat Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Utara melantik para Kepala Sekretariat Panwaslu kabupaten dan kota se-Sulut di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Provinsi Sulut, Sabtu (21-10-2017).
Kepala Sekretariat Bawaslu Sulut, Herry Z. Mawuntu, SH menjelaskan, terbentuknya Sekretariat Bawaslu kabupaten dan kota, merupakan langkah maju bagi Bawaslu dalam mengawal proses tahapan Pilkada serentak 2018 maupun Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. “Terbentuknya Sekretariat Panwas Kabupaten dan Kota, konsolidasi kelembagaan merupakan langkah maju dalam rangka pelaksanaan pengawasan tahapan Pilkada dan Pemilu,” ucap Mawuntu dalam pengarahannya.
Menurut Mawuntu, nantinya Sekretariat Bawaslu akan didorong untuk memahami betul tanggung jawabnya sebagai lembaga yang akan melakukan pengawasan terhadap Pilkada dan Pemilu ke depannya. “Sekretariat sebagai supporting system pengawasan, selain mengusai tupoksinya, juga paham eksistensi Bawaslu sebagai lembaga negara penegak demokrasi dan hukum,” katanya.
Selain itu disampaikan Mawuntu bahwa Kasek mempunyai kewenangan untuk menunjang Ketua dan Anggota Pimpinan namun jangan melebihi kewenangannya. “Kewenangan Kasek selain kesekretariatan untuk melengkapi segala kebutuhan administrasi, sumber daya dan kelengkapan kantor, tapi salah satu yang utama adalah menunjang kepemimpinan Ketua dan Anggota Pimpinan di Kabupaten dan Kota masing-masing. Silahkan para kasek berpikir atau berekspektasi seperti pimpinan, namun jangan bertindak seperti pimpinan. Sebagai Kasek kita tidak boleh melewati batas kewenangan sebagai kasek. Silahkan memberi masukan atau membicarakan dengan pimpinan di divisi masing-masing terkait administrasi dan bila ada regulasi baru atau hal-hal lain terkait kepemiluan. Tapi sekali lagi harus tahu kapasitasnya sebagai kasek dan tidak boleh melebihi kewenangannya.
Diharapkan pula agar Kasek di Kabupaten dan Kota tetap menjaga komunikasi dan tetap harus berkonsultasi dengan Kasek Bawaslu Provinsi tentang tugas dan tanggung jawabnya.
Pelantikan para Kepala Sekretariat se Sulut nampak dihadiri oleh sebagian Ketua dan Anggota Pimpinan Panwaslu se Sulut serta jajarannya dan keluarga masing-masing.
.

Kunjungan Ketua Bawaslu RI

Bawaslu Provinsi Sulut, Manado
Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Abhan, SH, menyempatkan diri bersilaturahmi di kantor Bawaslu Provinsi Sulut, usai menjadi narasumber bersama ketua KPU RI, Arief Budiman dan Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda pada kegiatan seminar nasional yang berlangsung di Aula Unsrat Manado, Kamis, 12/10/2017. Kunjungan beliau ke Manado adalah yang pertama kalinya sejak dilantik dan terpilih menjadi ketua Bawaslu RI.
Nampak wajah-wajah ceria para Kasubag dan staf Bawaslu Sulut saat menyambut pimpinan tertinggi Bawaslu tersebut.


Setelah berada di ruangan Ketua Bawaslu Sulut, Pak Abhan bersama Pak Herwyn Malonda dan Pak Mustarin Humagi, terlibat perbincangan. Foto bersamaBeberapa saat kemudian pimpinan Panwas Kabupaten/Kota yang hadir lalu memasuki ruangan dan diadakan rapat internal dengan mereka. Dalam rapat tersebut Pak Abhan menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan rekrutmen Panwas Kecamatan (Panwascam) yang kini telah dimulai tahapannya dan tentang pola kerja ke depan Panwas Kabupaten/Kota.
Untuk perekrutan Panwas Kecamatan, Pak Abhan menyampaikan agar berlangsung dengan baik dan sesuai dengan aturan yang telah dikeluarkan. Beliau pun menegaskan agar jangan sampai ada pengurus partai yang lolos atau diloloskan menjadi Panwascam.
Beberapa Pimpinan Panwas Kabupaten/Kota yang hadir mengikuti rapat adalah Panwas dari Manado, Tomohon, Sitaro, Minsel dan Minut.
Usai rapat diadakan sesi foto bersama sebelum beliau kembali ke hotel untuk beristirahat karena pada subuh nanti akan ke bandara melanjutkan perjalanan ke beberapa provinsi lainnya.

Apel Hari Kesaktian Pancasila di Bawaslu Sulut

  

Bawaslu Provinsi Sulut, Manado,
Bawaslu Provinsi Sulut menggelar Apel Hari Kesaktian Pancasila (Senin 02/10/2017) di halaman kantor. Hari Kesaktian Pascasila senantiasa diperingati bercikal bakal pada peristiwa 30 September 1965, di mana tujuh jendral dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang dilakukan oleh PKI. Peristiwa bersejarah ini kemudian menjadi masa kelam bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Apel Hari Kesaktian Pancasila hari ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulut Herwyn J. H. Malonda sebagai Inspektur Apel yang kemudian membaca Naskah Pancasila dan diikuti oleh seluruh peserta apel.
Sebagai pembaca Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar RI Tahun 1045 adalah Kasubag Administrasi Greity Tuturoong dan Kepala Sekretariat Herry Mawuntu, didapuk sebagai pembaca Ikrar Pancasila.
Usai pelaksanaan Apel, seluruh peserta berkumpul di ruang utama kantor untuk menerima pengarahan dari Ketua Bawaslu Sulut. Ketua menyampaikan bahwa anggota Pimpnan lainnya yakni Kenly Poluan dan Mustarin Humagi tidak dapat hadir karena memang ada tugas di luar kantor. Pak Kenly berkunjung ke Minahasa Selatan untuk sosialisasi dan Pak Mustarin ke Bolaang Mongondow Utara untuk berkonsultasi di kantor Bupati terkait Pilkada Bolmut.
Selain itu Malonda pun menegaskan tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar Negara yang telah final. “Pancasila sebgaia dasar Negara telah final. Bila ada yang akan menggangu pasti kita lawan. Demikian pula bila di jajaran Bawaslu, harus setia kepada Pancasila, bila ada yang yang tidak suka Pancasila akan ada sangsi” tegas Malonda.
Disampaikan pula tentang pentingnya kedisiplinan kinerja sesuai tupoksi yang ada di Bawaslu agar lembaga ini menjadi lebih baik lagi ke depan.
Sementara Kepala Sekretariat Herry Mawuntu menyampaikan pula hal yang sama tentang kinerja staf dan hal lain seputar itu yang disesuaikan pula dengan regulasi yang ada.
Pada esok hari, Selasa 03 Oktober, direncanakan rapat bersama seluruh Kasubag dan staff dengan Ketua dan Anggota Pimpinan Bawaslu.
.

3 Punggawa Bawaslu Siap Kawal Pilkada di Sulut

Bawaslu Provinsi Sulut, Manado
Usai mengikuti Bimtek dan pelatihan militer di Jakarta dan Bogor, Ketua serta kedua Anggota Pimpinan Bawaslu Sulut yang baru untuk Periode 2017- 2022 kembali ke Manado untuk segera menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pengawal demokrasi di Sulut, apalagi momen Pilkada di 6 Kabupaten/Kota se-Sulut kian dekat.
Ketiga Pimpinan Bawaslu Sulut tersebut nampak sehat dan terlihat segar saat turun dari kendaraan. Mereka disambut langsung oleh Kepala Sekretariat dan para Kasubag bersama seluruh seluruh staf di kantor Bawaslu Sulut.
Acara penyambutan pun berlangsung sederhana namun penuh keakraban.
Kepala Sekretariat Herry Z. Mawuntu saat membawakan ucapan selamat datang berharap agar dengan adanya pimpinan baru dapat membawa suasana baru yang lebih segar di kantor. Pak Kasek meyakini bahwa seluruh staf agar lebih baik dalam k
inerja dan nyaman bekerja bersama pimpinan yang baru.

Ketiga pimpinan Bawaslu juga memberikan sambutan. Pada kesempatan pertama adalah Mustarin Humagi kemudian Kenly M. Poluan dan terakhir Herwyn Malonda yang adalah wajah baru stok lama. Ketiga pimpinan lalu memperkenalkan diri dan latar belakang masing-masing, serta harapan-harapan mereka untuk Bawaslu yang lebih baik demi kemajuan dan demokrasi di Sulut ke depan yang lebih baik.
Setelah acara penyambutan, ketiga pimpinan Bawaslu yang baru langsung mengadakan rapat bersama para Kasubag dan kemudian dilanjutkan dengan rapat bersama seluruh staf kantor Bawaslu Sulut .. .. ..
.

Usai Dilantik, Malonda Terpilih Menjadi Ketua Bawaslu Sulut

Bawaslu Provinsi Sulut, Jakarta
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (Bawaslu RI) melantik 72 anggota Bawaslu provinsi periode 2017-2022. Pelantikan dilakukan langsung Ketua Bawaslu Abhan beserta jajaran dan disaksikan oleh sejumlah tamu undangan seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali, Komisioner KPU Viryan serta Ketua dan Anggota DKPP.
“Jadi pertama kami ucapkan selamat kepada kawan-kawan kami, Bawaslu provinsi di 25 provinsi yang terpilih,” ujar Abhan di Crowne Hotel Jakarta Rabu (20/9/2017).
Abhan menjelaskan, proses seleksi anggota Bawaslu 2017-2022 dilakukan secara transparan dan melibatkan tim seleksi yang independen. Dia berharap, anggota Bawaslu terpilih bisa mengemban tugas pengawasan sebaiknya. “Ini sudah melalui proses panjang dan transparan, sekitar 2 bulan (seleksi) ditambah fit and proper satu bulan, jadi total 3 bulan,” kata Abhan.
Abhan juga mengingatkan, tugas pengawasan kedepan tidaklah semudah sebelumnya. Pelaksanaan pilkada serentak 2018 serta pemilu legislatif dan presiden yang dilakukan bersamaan menjadi tantangan penyelenggara untuk bekerja lebih maksimal.
“Karena tugas pengawasan sangat berat, 2018 ada pilkada serentak 171 daerah, kemudian pileg dan pilpres serentak yang pertama kali,” tutur Abhan.

Dari Provinsi Sulawesi Utara, yang dilantik adalah Herwyn J.H Malonda SH.MPd, yang kembali terpilih setelah masa tugasnya berakhir 21 September yang lalu. Kini Malonda didampingi dua pendatang baru yakni Kenly Meyoy Poluan SPd. MSi dan Mustarin Humagi S.Hi.  Saat ini ketiganya masih mengikuti Bimtek yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI dan akan berakhir pada Selasa 26 September 2017.
Lewat status di akun Facebooknya, Malonda mencurahkan isi hati sebagai berikut: ” Segala puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan atas perkenananNYA sehingga momen ini bisa terlaksana. Terima kasih atas kepercayaan Ketua dan Anggota Bawaslu RI kepada kami bertiga. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berperan dan kami bertiga memohon dukungan masyarakat Sulawesi Utara kepada kami untuk mengemban amanah ini, ”.
Apresiasi kepada mantan Komisioner Bawaslu sebelumnya dan semua pihak yang mendukung juga diungkapkan Malonda. “Kita bertigalah yang memelopori pembentukan kelembagaan Bawaslu Sulut. Banyak susah dan senang telah kita lewati bersama. Hormat dan kasih sayang diberikan kepada Bapak berdua. Kalian memang hebat. Saya bangga dan bersyukur, pernah bekerja bersama kalian, Sukses untuk kita semua.  Terima kasih pula kepada semua pihak yang telah mendukung kami, Tiada gading yang tidak retak. Mohon maaf atas kekhilafan yang kami perbuat. Bersama Rakyat, Awasi Pemilu. Bersama Bawaslu, Tegakkan Keadilan Pemilu, ”  ungkap Malonda.
Sementara, dari sumber terpercaya, Herwyn Malonda kembali terpilih dan menjabat sebagai Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara.

(ren/dbs)

Ketua Bawaslu Sulut menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Sulawesi Utara.

Inilah Penerima Penghargaan Bawaslu Sulut 2016

MANADO, BAWASLU SULUT – Guna memenuhi amanah yuridis dan tanggung jawab moral atas pelaksanaan tugas pengawasan Pilgub Sulut 2015, Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda SH MPd beserta Pimpinan Bawaslu Sulut Drs Syamsurizal Musa dan Johnny Alexander Suak SE MSi menyerahkan Laporan akhir Pengawasan Pilgub Sulut 2015 kepada Bawaslu RI, Gubernur Sulut, dan DPRD Sulut, pada Malam Penganugerahan Bawaslu Sulut Award 2016, Selasa (12/4/2016) malam.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Sulut, Bupati/Walikota/Wakil, Kapolres,Kejaksaan,utusan seluruh Panwas se Kab/kota, Akademisi, LSM dan tokoh masyarakat.

Gubernurnur Olly Dondokanbey mengatakan selamat buat Bawaslu Sulut yang menjadi Bawaslu terbaik se Indonesia sebagai penyelenggara pemilu di bidang pengawasan dalam menyelesaikan sengketa pilkada dari Bawaslu RI.

Biarlah ini memotivasi kita utk menghadapi agenda Pilkada mendatang 2017 yaitu Bolmong dan Sangihe, papar gubernur.

Sementara itu, Ketua Bawalu Sulut Herwyn Malonda mengatakan proses yang begitu panjang kurang lebih sembilan bulan memang banyak sekali kekurangan baik dalam pengawasan internal maupun eksternal dan berupa sanksi dari masyarakat Sulut.
Adapun kategori penganugerahan jenjang pengawas pemilihan :

1.Panwas kab/kota terbaik dlm harmonisasi pimpinan dan kesekretariatan pemilihan Gubernur/Wkl Gubernur Sulut Pemenangnya Kabupaten Bolmut.

2.Panwas kab/kota terbaik dlm harmonisasi pimpinan dan keskretariatan Pemilihan Bupati/Wkl Bupati dan Walikota/Wkl Walikota.Pemenangnya Bolsel.

3.Sekretariat Panwas Kab/Kota terbaik dlm pemilihan Gub/Wkl Gubernur Sulut.pemenangnya Bolmong.

4.Sekretariat Panwas Kab/Kota terbaik dlm pemilihan Walikota dan Wkl Walikota.pemenangnya Minsel.

5.Panwascam terbaik.pemenangnya Panwascam Kotamobagu Selatan.

6.Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL)Terbaik .Pemenangnya Desa Tikela Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa.

7.Pegawas tempat pemungutan suara terbaik. Pemenangnya TPS 2 Kelurahan Bungalawang, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Sangihe.

8.Panwas Kab/kota terbaik dlm penyelesaian sengketa pemilihan Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota. Pemenangnya Kota Bitung.

9.Panwas kab/kota terbaik dlm penanganan pelanggaran pemilihan Gubernur/Waki;l Gubernur Sulut. Pemenangnya Kabupaten Talaud.

10.Panwas kab/kota terbaik dlm penanganan pelanggaran pemilihan Walikota dan Wakil Walikota. Pemenangnya Kota Tomohon.

11.Panwas kab/kota terbaik dalam pengawasan tahapan pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sulut. Pemenangnya Kabupaten Minahasa Tenggara.

12.Panwas kab/kota terbaik dalam pengawasan tahapan pemilihan Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota. Pemenangnya Kabupaten Minahasa Utara.

13.Panwas kab/kota terbaik dalam pengawasan partisipatif pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sulut. Pemenangnya Kabupaten Minahasa.

14.Panwas kab/kota terbaik dalam pengawasan partisipatif pemilihan Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota. Pemenangnya Kota Tomohon.

15.Panwas kab/kota terbaik dalam sosialisasi,humas,dan Hublah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut. PemenangnyaSangihe.

16.Panwas kab/kota terbaik dlm sosialisasi, humas, dan hublah pemilihan Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota. Pemenangnya Kabupaten Minahasa Selatan

.17.Pemerintah kab/kota terbaik dlm memfasilitasi anggaran dan kegiatan panwas pemilihan kabupaten dlm pemilihan gubernur/wakil Gubernur. Pemenangnya Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.

18.Pemerintah kabupaten terbaik dlm menfasilitasi anggaran dan kegiatan panwas pemilihan kabupaten dalam pemilihan Bupati/Wakil Bupati. Pemenangnya Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.

19.Pemerintah kota terbaik dalam memfasilitasi anggaran dan kegiatan panwas pemilihan kota dalam penilihan Walikota/Wakil Walikota. Pemenangnya Pemerintah Kota Bitung

.20.Pemerintah kab/kota terbaik dalam memfasilitasi penegakan hukum pemilihan gubernur/wakil Gubernur Sulut. Pemenamgnya Pemerintah Kabupaten Minahasa.

21.Pemerintah kabupaten terbaik dlm memfasilitasi penegakan hukum pemilihan Bupati/Wakil Bupati. Pemenangnya Kabupaten Minahasa Utara.

22.Pemerintah kota terbaik dalam memfasilitasi penegak hukum pemilihan Walikota/Wakil Walikota. Pemenangnya Kabupaten Minahasa Utara.

23.Penyusunan laporan akhir pengawasan pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sulut. Pemenangnya Kabupaten Minahasa.

24.Penyusunan laporan akhir pengawasan pemilihan Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota. Pemenangnya Kabupaten Minahasa Utara.

25.Dokumentasi kegiatan pengawasan pemilihan Gubernur/Wakill Gubernur Sulut terbaik. Pemenangnya Kabupaten Minahasa.

26.Dokumentasi kegiatan pengawasan pemilihan Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota terbaik. Pemenang Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

28.Kapolres terbaik dlm memfasilitasi kegiatan pengawasan ,penegakan hukum dan pengamanan kegiatan pengawasan pemilihan Gubernur/Wakill Gubernur Sulut. Pemenangnya Kapolres Minahasa.

29.Kapolres terbaik dlm memfasilitasi kegiatan pengawasan, penegakan hukum dan pengamanan kegiatan pengawasan pemilihan Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/wakil Walikota. Pemenangnya Kapolres Manado.

30.Kajari terbaik dalam memfasilitasi kegiatan penegakan hukum pemilihan Bupati/Wakil Bupati serta Walikota/Wakil Walikota. Pemenangnya Kejari Kotamobagu.

31.Kajari terbaik dalam memfasilitasi kegiatan penegak hukum pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sulut. Pemenangnya Kejari Amurang.

Untuk best Achievement Peduli Pengawasan Pemilihan:

– Olly Dondokambey SE.(Gubernur Sulut ).
– Drs Steven Kandow (Wakil Gubernur Sulut.)
– DR.Sony Sumarsono (Dirjen Otda Kemendagri RI dan mantan Pjbt.Gubernur Sulut).
– Brigjen Pol.Wilmar Marpaung.SH. (Kapolda Sulut).
– T.M.Syah Rizal.SH. (Kajati Sulut).
– Yessy Momongan (Ketua KPU Sulut)
– Sinyo Hary Sarundajang (mantan Gubernur Sulut).

(patria)

 

logo

Bawaslu Sulut Adakan Natal di Hotel Aryaduta Manado

MANADO, BAWASLU SULUT – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara akan mengadakan Ibadah Natal di Hotel Aryaduta Manado, Jalan Piere Tendean, sekitar pukul 18.30 Wita, Minggu (27/12/2015) malam.

Menurut Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Jefler Malonda, ibadah akan dipimpin Pdt. Saut H Sirait, M.Th (anggota DKPP RI).

Undangan juga ditujukan kepada Gubernur, Bupati / Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, Anggota DPR/DPD, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota, Sekprov, Sekda Kabupaten /Kota, Kepala SKPD Provinsi /Kabupaten/Kota.

Selain itu, Forkompinda Provinsi /Kabupaten/ Kota, Pasangan Calon (Paslon) Gubernur/Wagub, Bupati/Wabup, Walikota/Wawali, Tim Pemenangan / Tim Sukses / Tim Kampanye/relawan Paslon, Pimpinan Parpol Provinsi/Kabupaten /Kota.

Berikut, KPU Provinsi /Kabupaten/Kota, PPK, PPS, Panwas Kab/Kota, Panwascam, PPL, Pengawas TPS, relawan pengawas pemilu, Pemantau Pemilu, Pimpinan / tokoh agama, Pimpinan Perguruan Tinggi,Pimpinan Ormas / LSM, kalangan pers, kalangan Akademisi, Pemerhati, Dan Penggiat Pemilu / Demokrasi.

(bawaslusulut)