Salah seorang pimpinan Bawaslu Sulawesi Utara, John Suoth dijaga ketat polisi saat hendak masuk ke Kantor Bawaslu, Jalan Trans Manado - Tomohon, Winangun, Manado.

Pilkada Manado Dijaga 200 Brimob Kelapa Dua

MANADO, BAWASLU SULUT – Kisruh Pilkada Manado menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Tidak diloloskan salah satu pasangan calon (paslon) Jimmy Rimba Rogi-Bobi Daud berpeluang terciptanya riak-riak yang menganggu kondusif jalannya Pilkada serentak, 9 Desember 2015.

Sebanyak 200 personil Korps Brimob Polri diperbantukan untuk mengawal dan mengamankan Pilkada Serentak di Manado. Pengawalan bukan hanya saat pencoblosan, tetapi hingga penetapan pemenang pilkada.

“Memang benar ada 200 personil Brimob Kelapa Dua yang diperbantukan,” ujar Kasubag Humas Iptu Agus Marsidi kepada beritakawanua.com, Senin (7/12/2015).

Secara keseluruhan, kepolisian menurunkan 1330 personilnya untuk mengamankan 953 Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang terdiri 811 TPS di Manado, 36 TPS di Kecamatan Wori Minahasa Utara dan 106 TPS di Kecamatan Tombulu, Pineleng dan Mandolang Kabupaten Minahasa.

“Polresta Manado sendiri menyiapkan 780 personil, sisanya 220 personil Sabhara Polda Sulut dan 130 anggota Brimob Paniki,” katanya.

Marsidi menambahkan, 1.330 personil yang diturunkan, tak semuanya disiapkan untuk mengamankan TPS. Ada juga yang stand by di kantor serta melakukan patroli. “Anggota Brimob dan Tim Paniki Polresta Manado ditugaskan untuk mobile (patroli) saat pemilihan nanti,” tambahnya.

Lanjutnya, jika nanti ada oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang sengaja membuat keributan atau sengaja mengacaukan jalannya Pilkada Serentak di Manado, akan berurusan dengan hukum. Tindakan tegas akan diberlakukan demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif.

“Kami tak segan-segan menangkap dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Marsidi.

(bk/bawaslusulut)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *