Arsip Kategori: Tentang Kami

Bawaslu Provinsi

 

NO PROVINSI PIMPINAN BAWASLU NOMOR HP
1 ACEH
Jl. Arakundo I Guece,
Komplek Banda Aceh
Telp./Fax.: (0651) 46311
Ketua     : Asqalani, S.Th.,MH.
Anggota : Dr. Muklir, S.Sos., SH.,MAP.
Dra. Zuraida Alwi, M.Pd.
0813 6001 0157
0812 6962 7879
0812 6955 708
2 BALI
Jl. Cok Agung Tresna No.67
Niti Mandala DPS
Telp./Fax.: (0361) 263859
Ketua     : I Ketut Rudia, SE.
Anggota : Ir. I Ketus Senadra, M.Si.
I Wayan Widyardana, SE.
0813 5338 2203
0811 3882 408
0821 4569 0777
3 BANTEN
Jl. Kiajarum No.101
Cipocok, Serang
Telp./Fax.: (0254) 8486799
Ketua     : Pramono Ubaid, MA.
Anggota : Drs. Solihin, M.Pd.
Eka Satya Laksamana, SE.
0812 8220 622
0813 9857 0848
0812 8101 5873
4 BENGKULU
Jl. Indragiri No.1 Padang
Harapan, Bengkulu
Telp./Fax.: (0736) 21826
Ketua     : Parsadaan Harahap, SP.,M.Si.
Anggota : Sa’adah Mardliyati, S.Ag.,MA.
Ediansyah Hasan, SH.
0812 1000 0214
0812 7327 910
0853 6608 1186
5 DI YOGYAKARTA
Jl. Panembahan Romo No.65
Kotagede, Yogyakarta
Telp./Fax.: (0274) 452414
Ketua     : Drs. Muhammad Najib, M.Si.
Anggota : Sri Rahayu Werdiningsih, SH.
Bagus Sarwono, S.Pd.Si.
0812 1574 240
0812 2718 375
0813 2880 8869
6 DKI JAKARTA
Jl. Danau Sunter III No.5
Sunter, Jakarta Utara
Telp./Fax.: (021) 6459767
Ketua     : Mimah Susanti, S.Sos.
Anggota : Drs. Ahmad Fahrudin, M.Si.
Muhammad Jufri, S.Sos.
0812 8007 4567
0812 8049 3755
0812 4283 156
7 GORONTALO
Jl. Manado No.85 Gorontalo
Telp./Fax.: (0435) 828262
Ketua     : Hasyim M. Wantu,M.Pd.I.
Anggota : Siti Haslina Said, SH.,MH.
Darwin Botutihe,SH.,MH.
0813 5610 2448
0821 9572 1181
0852 5501 3515
8 JAWA BARAT
Jl. Turangga No.25 Bandung
Telp./Fax.: —
Ketua     : Drs. Harminus
Anggota : Drs. H. M. Wasikin Marzuki
Yusup Kurnia, S.IP.
0812 9525 0678
0812 2206 499
0813 2158 8586
9 JAMBI
Jl. Letjen Soeprapto No.9B
Telanaipura
Telp./Fax.: (0741) 60215
Ketua     : Asnawi R. S.Pd.
Anggota : Ribut Swarsono, SP.
Fauzan Khairazi, SH., MH.
0853 8188 2115
0852 6647 8810
0852 6613 4799
10 JAWA TENGAH
Jl. Atmodirono No.12A Semarang
Telp./Fax.: (024) 8450728
Ketua   : Abhan, SH.
Angota : Teguh Purnomo, SH.,M.Hum.
Juhanah. S.Pd., MH.
0812 2569 187
0812 1519 320
0813 2686 3627
11 JAWA TIMUR
Jl. Tanggulangin No.3 Surabaya
Telp./Fax.: (031) 5673571
Ketua     : Sufyanto, S.Ag., M.Si.
Anggota : Andreas Pardede, S.IP.
Sri Sugeng Pujiatmiko, SH.
0853 3108 5996
0812 3487 1390
0812 3020 9629
12 KALIMANTAN BARAT
Jl. Putri Dara Nante, Wak Dalek
No.48A, Kel.Sungai Bangkong,
Pontianak. Telp./Fax.: —
Ketua     : Ruhermansyah, SH.
Anggota : Mohamad, SH.
Krisantus Heru Siswanto, SH.
0821 4865 3008
0813 4578 3054
0813 5267 0996
13 KALIMANTAN SELATAN
Jl. Jendral Sudirman No.17,
Banjarmasin.
Telp./Fax.: (0511) 3354762
Ketua     : Mahyuni,S.Sos.,M.AP.
Anggota : Erna Kasypiah, S.Ag.
Azhar Ridhanie,SH.,M.IP.
0816 4556 886
0852 4807 7441
0813 5170 0172
14 KALIMANTAN TENGAH
Gd. Pusat Bisnis Batang Garing
Jl. DI Panjaitan No.1 Palangkaraya
Telp./Fax.: (0536) 3222213
Ketua    :     Ir. Theopilus Y. Anggen,MMA.
Anggota : Eko Wahyu Sulistyobnudi, SE.
Lery Bungas,S.Th.,M.Si.
0811 5212 39
0852 4920 2543
0821 3865 8782
15 KALIMANTAN TIMUR
Jl. Basuki Rahmat, Samarinda
Telp./Fax.: (0541) 747322
Ketua     : Saipul,S.Sos.,M.Si.
Anggota : Haerul Akbar, S.Sos.
Tri Heriyanto,S.Ag.
0812 5479 779
0811 5819 69
0813 4790 5123
16 KEP. BANGKA BELITUNG
Jl. Pulau Punai No.3, Kompleks
Pemprov Bangka Belitung
Telp./Fax.: (0717) 4261477
Ketua     : Zul Terry Apsupi
Anggota : Bagong Susanto, SH.
Sugesti Sukardi, M.Pd.
0813 6739 6363
0812 7319 089
0852 7302 8401
17 KEPULAUAN RIAU
Jl. H. Agus Salim No. 6
Tanjung Pinang
Telp./Fax.: (0771) 318694
Ketua     : Dr. Razaki Persada, SE., M.Si.
Anggota : Indrawan Susilo P., SH.
Lendrawati
0812 7045 464
0818 3799 05
0821 7399 9517
18 LAMPUNG
Jl. Nusantara No.49, Kel. Kota
Sepong, Bandar Lampung
Telp./Fax.: (0721) 704171
Ketua     : Nazarudin, S.IP.
Anggota : Ali Sidik, S.Sos.
Fatikhatul Khoriyah, SH.,MH.
0816 4088 95
0812 7945 236
0812 7275 6565
19 MALUKU
Jl. Cut Nyak Dien No.9
Karang Panjang, Ambon
Telp./Fax.: (0911) 355625
Ketua     : Barnabas D. Manery,SH.,MH.
Anggota : Fadly L.Silawane,M.Si.
Lusia Peilow, S.Pi.,MA.
0813 4300 3938
0813 4315 1774
0813 4344 8200
20 MALUKU UTARA
Jl. Kamboja No.31, Kel. Takoma,
Ternate Tengah
Telp./Fax.: (0921) 3122635
Ketua     : Sultan Alwan, SH.,MH.
Anggota : Abd. Aziz S. Marsoaly, S.IP.
Muksin Amrin, SH.
0852 4023 9124
0812 4577 9171
0812 4577 9171
21 NUSA TENGGARA BARAT
Jl. Udayana No.10 Mataram
Telp./Fax: (0370) 649664
Ketua     : M. Khuwailid, S.Ag.,MH.
Anggota : Ir. Syamsuddin
Bambang Karyono,S.Pd.I.
0878 6580 8999
0819 1601 0923
0818 0528 7338
22 NUSA TENGGARA TIMUR
Jl. R.A Kartini, Kupang
Telp./Fax.: (0380) 829965
Ketua     : Nelce R.P. Ringu
Anggota : Damra Saleh Pepageka
Jemris Fointuna
0813 3915 0525
0811 3825 984
0811 3840 75
23 PAPUA
Jl. Berdikari No.2 Imbi
Telp./Fax.: (0967) 536590
Ketua     : Robert Y. Horik, MA.
Anggota : Anugrah Pata, SH.
Fegie Yoanti Wattimena
0813 4410 8335
0813 1777 7317
0813 4400 4258
24 PAPUA BARAT
Jl. Jendral Sudirman, Ruko Lam-
pu Merah Borasi, Manokwari
Telp./Fax.: (0986) 215634
Ketua     : Philatus Rumkorem, SP.
Anggota : Alfredo Ngamelubun, SH.,MM.
Ishak E.H. Waramori, SH.
0852 4437 5161
0813 4412 1985
0812 4739 3850
25 RIAU
Jl. Sultan Syarif Kasim No. 119
Pekanbaru
Telp./Fax.: (0761) 851276
Ketua     : Edy Syarifuddin
Anggota : Rusidi Rusdan, S.Ag., M.Pd.
Fitri Heriyanti, S.IP, M.Si.
0813 7182 5921
0812 7633 220
0852 7856 4741
26 SULAWESI BARAT
Jl. Pattalundru No.17B Mamuju
Telp./Fax.: —
Ketua     : Busrang Riandhy, S.Ag.
Anggota : Muhammad Yunus, ST.
Muhammad Saleh, SH.
0812 8654 7209
0853 9400 3720
0852 9998 6542
27 SULAWESI SELATAN
Jl. Andi Pangeran Pettarani
No.98 Makassar
Telp./Fax.: —
Ketua     : Drs. H. L. Arumahi, MH.
Anggota : Azri Yusuf, SH, MH.
Fatmawati, S.S.
0812 4145 2162
0812 4207 614
0852 5555 0949
28 SULAWESI TENGAH
Jl. Khail Anwar No.17, Samping
Taman GOR, Kota Palu
Telp./Fax.: (0451) 452301
Ketua     : Ratna Dewi Pettalolo, SH.,MH.
Anggota : Zaidul Bahri Mokoagow,S.Sos.
Asrifai, S.IP, M.Si.
0813 5427 2752
0812 4427 5669
0812 4209 861
29 SULAWESI TENGGARA
Jl. Mayjen S. Parman No.1
Kec.Kemaraya, Kendari
Telp./Fax.: (0401) 3131944
Ketua     : Hamiruddin Udu, S.Pd., M.Hum.
Anggota : Dr.Hj. Hadi Machmud, M.Pd.
Munsir Salam, S.Pd., M.Si.
0852 3843 8508
0852 4150 3866
0853 6001 0157
30 SULAWESI UTARA
Jl. Victoria No.42 Lingkungan 1,
Kel. Winangun 1, Manado
Telp./Fax.: —
Ketua     : Herwyn J.Malonda,M.Pd.
Anggota : Jhonny A.A. Suak, SE.,M.Si.
Drs. Syamsurijal A.J.Musa
0813 5667 7366
0852 5677 4511
0852 9813 5555
31 SUMATERA BARAT
Jl. Pramuka No.11 Khatib
Sulaiman, Kota Padang
Telp./Fax.: (0751) 7055302
Ketua     : Elly Yanti, SH.
Anggota : Aermadepa, SH.,MH.
Surya Efitrimen,S.Pt.,MH.
0812 6620 270
0812 6740 549
0812 7634 859
32 SUMATERA SELATAN
Jl. Kapten A. Rivai No.56 Palembang

Telp/Fax : (0711) 314494

Ketua : Andika Pranata Jaya, S.Sos.
Anggota : Kurniawan, S.Pd.
Zulfikar
0812 7390 419
0821 8566 6340
0821 7723 0340
33 SUMATERA UTARA
Jl. Sei Baharok No.27 Medan
Telp./Fax.: —
Ketua     : Syafrida R. Rahasan
Anggota : Herdi Munthe, SH.
Aulia Andri, M.Si.
0812 6014 1616
0853 7044 0827
0852 7771 9974

Tugas, Wewenang, dan Kewajiban

 

Tugas, Wewenang, dan Kewajiban Pengawas Pemilu berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu adalah sebagai berikut :

  1. Mengawasi Penyelenggaraan Pemilu dalam rangka pencegahan dan penindakan pelanggaran untuk terwujudnya Pemilu yang demokratis. Tugas tersebut secara singkat dalam diuraikan sebagai berikut :
    • Mengawasi persiapan penyelenggaraan Pemilu;
    • Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu;
    • Mengawasi pelaksanaan Putusan Pengadilan;
    • Mengelola, memelihara, dan marawat arsip/dokumen;
    • Memantau atas pelaksanaan tindak lanjut penanganan pelanggaran pidana Pemilu;
    • Mengawasi atas pelaksanaan putusan pelanggaran Pemilu;
    • Evaluasi pengawasan Pemilu;
    • Menyusun laporan hasil pengawasan penyelenggaraan Pemilu;
    • Melaksanakan tugas lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
  2. Wewenang Pengawas Pemilu sebagai berikut :
    • Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu
    • Menerima laporan adanya dugaan pelanggaran administrasi Pemilu dan mengkaji laporan dan temuan, serta merekomendasikannya kepada yang berwenang
    • Menyelesaikan sengketa Pemilu
    • Membentuk, mengangkat dan memberhentikan Pengawas Pemilu di tingkat bawah
    • Melaksanakan wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan
  3. Kewajiban Pengawas Pemilu sebagai berikut :
    • Bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas dan wewenangnya;
    • Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Pengawas Pemilu pada semua tingkatan;
    • Menerima dan menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu;
    • Menyampaikan laporan hasil pengawasan sesuai dengan tahapan Pemilu secara periodik dan/atau berdasarkan kebutuhan; dan
    • Melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan.

Visi dan Misi

 

Visi

Tegaknya integritas penyelenggara, penyelenggaraan, dan hasil pemilu melalui pengawasan pemilu yang berintegritas dan berkredibilitas untuk mewujudkan pemilu yang demokratis.

 

Misi

  • Memastikan penyelenggaraan pemilu untuk taat asas dan taat peraturan.
  • Memastikan Bawaslu memiliki integritas dan kredibilitas.
  • Memastikan Bawaslu mampu mengawal integritas dan kredibilitas dalan penegakan hukum pemilu.
  • Memastikan Bawaslu mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu guna pencegahan dan penindakan pelanggaran.
  • Memastikan terciptanya pengawasan partisipatif berbasis masyarakat sipil.

 

Sejarah Pengawasan Pemilu

Dalam sejarah pelaksanaan pemilu di Indonesia, istilah pengawasan pemilu sebenarnya baru muncul pada era 1980-an. Pada pelaksanaan Pemilu yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia pada 1955 belum dikenal istilah pengawasan Pemilu. Pada era tersebut terbangun trust di seluruh peserta dan warga negara tentang penyelenggaraan Pemilu yang dimaksudkan untuk membentuk lembaga parlemen yang saat itu disebut sebagai Konstituante.

Walaupun pertentangan ideologi pada saat itu cukup kuat, tetapi dapat dikatakan sangat minim terjadi kecurangan dalam pelaksanaan tahapan, kalaupun ada gesekan terjadi di luar wilayah pelaksanaan Pemilu. Gesekan yang muncul merupakan konsekuensi logis pertarungan ideologi pada saat itu. Hingga saat ini masih muncul keyakinan bahwa Pemilu 1955 merupakan Pemilu di Indonesia yang paling ideal.

Kelembagaan Pengawas Pemilu baru muncul pada pelaksanaan Pemilu 1982, dengan nama Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilu (Panwaslak Pemilu). Pada saat itu sudah mulai muncul distrust terhadap pelaksanaan Pemilu yang mulai dikooptasi oleh kekuatan rezim penguasa. Pembentukan Panwaslak Pemilu pada Pemilu 1982 dilatari oleh protes-protes atas banyaknya pelanggaran dan manipulasi penghitungan suara yang dilakukan oleh para petugas pemilu pada Pemilu 1971. Karena palanggaran dan kecurangan pemilu yang terjadi pada Pemilu 1977 jauh lebih masif. Protes-protes ini lantas direspon pemerintah dan DPR yang didominasi Golkar dan ABRI. Akhirnya muncullah gagasan memperbaiki undang-undang yang bertujuan meningkatkan ‘kualitas’ Pemilu 1982. Demi memenuhi tuntutan PPP dan PDI, pemerintah setuju untuk menempatkan wakil peserta pemilu ke dalam kepanitiaan pemilu. Selain itu, pemerintah juga mengintroduksi adanya badan baru yang akan terlibat dalam urusan pemilu untuk mendampingi Lembaga Pemilihan Umum (LPU).

Pada era reformasi, tuntutan pembentukan penyelenggara Pemilu yang bersifat mandiri dan bebas dari kooptasi penguasa semakin menguat. Untuk itulah dibentuk sebuah lembaga penyelenggara Pemilu yang bersifat independen yang diberi nama Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi campur tangan penguasa dalam pelaksanaan Pemilu mengingat penyelenggara Pemilu sebelumnya, yakni LPU, merupakan bagian dari Kementerian Dalam Negeri (sebelumnya Departemen Dalam Negeri). Di sisi lain lembaga pengawas pemilu juga berubah nomenklatur dari Panwaslak Pemilu menjadi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Perubahan mendasar terkait dengan kelembagaan Pengawas Pemilu baru dilakukan melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003. Menurut UU ini dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu dibentuk sebuah lembaga adhoc terlepas dari struktur KPU yang terdiri dari Panitia Pengawas Pemilu, Panitia Pengawas Pemilu Provinsi, Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota, dan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan. Selanjutnya kelembagaan pengawas Pemilu dikuatkan melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu dengan dibentuknya sebuah lembaga tetap yang dinamakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Adapun aparatur Bawaslu dalam pelaksanaan pengawasan berada sampai dengan tingkat kelurahan/desa dengan urutan Panitia Pengawas Pemilu Provinsi, Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) di tingkat kelurahan/desa. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, sebagian kewenangan dalam pembentukan Pengawas Pemilu merupakan kewenangan dari KPU. Namun selanjutnya berdasarkan Keputusan Mahkamah Konstitusi terhadap judicial review yang dilakukan oleh Bawaslu terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, rekrutmen pengawas Pemilu sepenuhnya menjadi kewenangan dari Bawaslu. Kewenangan utama dari Pengawas Pemilu menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 adalah untuk mengawasi pelaksanaan tahapan pemilu, menerima pengaduan, serta menangani kasus-kasus pelanggaran administrasi, pelanggaran pidana pemilu, serta kode etik.

Dinamika kelembagaan pengawas Pemilu ternyata masih berjalan dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu. Secara kelembagaan pengawas Pemilu dikuatkan kembali dengan dibentuknya lembaga tetap Pengawas Pemilu di tingkat provinsi dengan nama Badan Pengawas Pemilu Provinsi (Bawaslu Provinsi). Selain itu pada bagian kesekretariatan Bawaslu juga didukung oleh unit kesekretariatan eselon I dengan nomenklatur Sekretariat Jenderal Bawaslu. Selain itu pada konteks kewenangan, selain kewenangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, Bawaslu berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 juga memiliki kewenangan untuk menangani sengketa Pemilu.